
Berlokasi di BSD, Banten, proyek ini berawal dari satu pertanyaan sederhana: bagaimana menghadirkan rumah tropis yang modern namun tetap membumi? Jawabannya lahir dari dialog antara massa bangunan, iklim, dan material lokal.
Dalam proses desain rumah ini, bata merah dipilih bukan sekadar sebagai kulit bangunan, tetapi sebagai identitas. Disusun menjadi volume geometris yang tegas, material ini membentuk komposisi solid void yang dinamis. Di sisi tertentu, bata dibuat berpori dan dikombinasikan dengan kisi vertikal untuk menyaring cahaya barat, menghadirkan ventilasi alami sekaligus permainan bayangan.
Sebagai studio arsitek yang berbasis di Bandung, JXA STUDIO merancang TC House dengan pendekatan yang responsif terhadap iklim tropis, kebutuhan penghuni, dan karakter material yang kuat secara visual maupun fungsional.












Lantai dasar dirancang lebih terbuka dan transparan, menciptakan koneksi visual ke kolam renang dan taman. Sementara itu, lantai atas tampil lebih masif untuk menghadirkan rasa privat dan teduh. Struktur beton ekspos menjadi elemen penyeimbang: kokoh, jujur, dan kontras terhadap tekstur hangat bata.
Setiap keputusan desain berangkat dari respons terhadap konteks tropis, mulai dari overhang, bukaan lebar, hingga lapisan fasad sebagai pelindung panas. Melalui pendekatan arsitek rumah yang memperhatikan kenyamanan, fungsi, dan karakter ruang, TC House dirancang sebagai hunian modern tropis yang tidak hanya tampil kuat secara visual, tetapi juga nyaman untuk dihuni.
Proyek ini mencerminkan bagaimana desain hunian dapat menggabungkan estetika, performa iklim, dan pengalaman tinggal yang lebih natural dalam satu kesatuan arsitektur yang utuh.




