
Proyek ini merespon kebutuhan hunian urban dengan pendekatan berlapis—mengatur hubungan antara ruang privat, semi-publik, dan publik dalam satu komposisi yang tenang dan terukur.
Massa bangunan dibentuk secara horizontal dengan garis atap yang tegas, dipadukan dengan material alami seperti kayu, beton ekspos, dan elemen hijau. Fasad menggunakan secondary skin berupa kisi-kisi untuk mengontrol cahaya, menjaga privasi, sekaligus memberi kedalaman visual.










Ruang dalam dirancang mengalir dan terbuka, dengan koneksi kuat ke area luar melalui bukaan lebar dan taman linear. Pendekatan ini menciptakan pengalaman ruang yang ringan, adaptif, dan kontekstual terhadap iklim tropis.
Sebuah hunian yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang hidup yang terkurasi—tenang, hangat, dan berkarakter.




